Langsung ke konten utama

Kerak Hati



Putaran waktu memakan nyawa
Nyawa meronta tak ada daya
Kutertunduk….
            Kaki telanjang menyusuri jalan
            Lumpur dosa dan alpa mengikut
Fabiayyi Aaalaaaai Robbikumaaa tukadzdzibaaan
Fabiayyi Aaalaaaai Robbikumaaa tukadzdzibaaan
Menggiang meresonansi dalam kokleaku
Ku tertunduk….
Hati menghitam laisa nuuron fiiih
Nur-nur Al-Qur’an tanpa daya menanti
Hajar adalah karakteristik hatiku
Ku menerawang…..
            Ku menunggu…..
            Senyawa suci menembus qolbu
            Mengkikis lapisan kerak dosa dan alpa
            Ya Allah…. Berikanlah!
            Ya Allah…. Berikanlah!
            Pantaskah menunggu?
            Haruskah ku mencari?


Dibacakan pada saat kegiatan Masa Orientasi Asrama di perlombaan puisi oleh Muhammad Fatoni dan mendapat juara dua mewakili konsulat Sragen


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hadits Hari Ini Lebih Baik drpd Kemarin adalah Lemah

"Barangsiapa yang hari ini sama (dengan kemarin) maka dia telah lalai (merugi), barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari kemarin maka dia terlaknat (binasa)..." adalah sebuah Maqolah, bukan sebuah hadits. jangan sampai dijadikan hujjah, k arena ditinjau dr segi kesahihahannya adalah maudhu (palsu). Ada yg lebih baik, yg bs jadi spirit, yaitu surat Al Asr, dimana kerugiannya dituliskan dalam bentuk umum (Khusrin), sehingga jika diartikan, "sesungguhnya manusia dalam kerugian di segala bidang", kecuali... Mari beramal sholih dan bertawassaw. :D Petikan dari Mutiara Hadits Pilihan: ---- # Sungguh Merugi # Tujuan yang baik harus dilalui dengan cara yang baik pula. Alih-alih memotivasi, kerapkali di bulan Syawwal, penceramah akan menyampaikan riwayat lemah (dha'if) bahkan palsu berikut: من استوى يوماه فهو مغبون ، ومن كان يومه شرا من أمسه فهو ملعون "Barangsiapa yang hari ini sama (dengan kemarin) maka dia telah lalai (merugi), b...

DI TENGAH DERU LAJU KERETA API

Di tengah deru laju kereta api, penulis terlibat perbincangan hangat dengan seorang Mas2 yg bs dikatakan masih muda yg baru saja beranjak menuju kepala tiganya. Dari sekian perbincangan, ada satu perbincangan menarik yg masih saya ingat, ... A: saya B: Masnya B: Kelahiran tahun berapa? A: 19** Mas. B: Ooo, Masih muda. A: Iya Mas masih muda. Hmm, ngomong tentang muda, dulu Mas nikah umur berapa? B: Saya nikah umur 25 tahun... A: Itu umur saya setahun lagi. B: Hmm, mengingat umur tsb sy jadi teringat sedikit penyesalan. A: Apa itu, Mas? B: Yah menyesal karena sudah terlanjur terjadi. Sy dulu menganggap proses pasca nikah itu akan berjalan sesuai dengan harapan saya. Dan saya kira saya sudah benar2 mengenal pacar saya krn sudah pacaran selama tiga tahun. A: Ternyata...? B: Ternyata belum, saya belum mengenalnya sama sekali. Setelah pernikahan, saya seperti baru mengenalnya kembali mulai dari 0. A: Kenapa itu bisa terjadi, Mas? B: Pada masa pacaran pasti 'Jaim...

Material Absorbsi

Ada empat tipe bahan atau material  yang paling sering digunakan untuk mengontrol g angguan yang timbul karena adanya cacat akustik. Empat tipe bahan itu adalah Absorber, isolator, isolator vibrasi, dan damping. Namun di makalah ini hanya akan dibahas mengenai bahan untuk absorbsi.  Bahan absorbsi secara umum berfungsi untuk menyerap energi suara dengan tujuan menyeimbangkan reverberation time, menyerap gangguan yang tidak diinginkan, menghilangkan rentang fekuensi tertentu dan fungsi lainnya. Selain menambah kualitas akustik di suatu ruangan, aspek kenyamanan dan kesesuaian dengan komponen lain, misalnya pencahayaan, arsitek, dan lainnya, harus diperhatikan juga.  Setiap bahan absorbsi mempunyai koefisien absorbsi yang berbeda beda. Koefisien absorbsi suara suatu bahan didefinisikan sebagai perbandingan antara energi akustik yang diserap dengan energi akustik yang datang menimpa bahan tersebut. Koefisien absorbsi suara suatu bahan dapat dihitung denga...