Sabtu, 05 Agustus 2017

Sudah siapkah anda ke luar negeri?


Banyak dari kita mempunyai keinginan untuk ke luar negri. Hal ini didukung dengan mudahnya teknologi informasi dan transportasi disertai dorongan untuk mendapatkan pengalaman dan kawan baru. Tentu kita mempunyai tujuan masing-masing yang akan berbanding lurus dengan manfaat yang kita dapat. Mental kita akan diuji dengan tuntutan untuk bisa mandiri karena jauhnya teman-teman dan keluarga kita di Indonesia. Kemampuan bahasa asing pun bisa ditingkatkan lebih mudah karena mau tidak mau harus menggunakannya untuk berkomunikasi dengan warga setempat di kehidupan sehari-hari. Di samping itu, budaya yang relatif baru akan membuat pikiran kita lebih terbuka dan lebih bisa menerima perbedaan.
Namun, di balik semua itu, ada risiko yang sebetulnya harus kita antisipasi.Sebagai seorang muslim, aqidah, iman, dan akhlaq tentu merupakan salah satu pertimbangan yang sangat perlu diperhatikan, terutama jika tujuan kita bukanlah negri yang mayoritas muslim. 

Selasa, 23 Mei 2017

Mau ke Batu Cave Ga Dek?

Alhamdulillah,
Bisa mengajak jalan jalan istri dan anak di Kuala Lumpur.
Ketika merencanakan program 'main' di KL, saya bertanya, "Mau main di Batu Cave ga, Dek?" Kebetulan rumah kami di KL ga jauh dari lokasi kuil hindu terbesar dan tertua di Kuala Lumpur itu.
Dia menjawab, "Hmm, nggak deh, Mas." Selidik punya selidik, karena itu tempat peribadatan bukan milik orang Islam.
Alhamdulillah, Saya bersyukur karena dia paham. Jadi istri yang sholeh ya, Dik.
Note:
Lha wong, masjid yang dianjurkan diziarahi hanya masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Ini kok mengunjungi kuil.
Dan lagi pula, saya pernah dengar ceramah salah satu Ustadz di Jepang bahwa hukum nya haram ber ziarah ke tempat peribadatan non muslim.
Gombak, 24 Mei 2017

http://www.kuala-lumpur.ws/attractions/batu-caves.htm

Sabtu, 05 September 2015

Nulis-Nulis! ---Belajar Neliti di UTM (1) ----


Alhamdulillah, sudah setahun berlalu belajar di Malaysia, di Universiti Teknologi Malaysia, yang bisa dibilang sebagai ITB nya Malaysia.

Lain ladang lain belalang, lain kolam lain ikannya.

Masyarakat malaysia punya kultur yang khas yang tidak saya dapati di indonesia. Dari sekian perbedaan, salah satunya adalah kultur menulis paper di universitas. Lebih-lebih saya mengambil program dengan basis riset.

Walaupun dengan tantangan berupa harus hidup jauh dari istri yang baru dinikahi setahun. Dengan menahan rindu yang harus ditahan karena harus menjaga amanah beasiswa. Alhamdulillah, sudah berhasil membuat satu paper yang dibuat dengan susah payah setelah melakukan modelling yang telah dianalisis dan merupakan hasil baca berbulan-bulan, berpuluh-puluh paper.

Sabtu, 28 Februari 2015

Jin ada tidak?

Menemukan suatu tulisan menarik, bahwa jin itu ada?

Wallahu A'lam,

Berikut artikel yang bisa dijadikan salah satu rujukan dalil mengenai ada atau tidaknya jin. Dan banyak dalil-dalil yang menurut saya kuat.

 ====

Sungguh aneh, seseorang yang belum pernah belajar bahasa Arab atau bahkan tidak mengenal bahasa Arab, tiba-tiba saja pandai berbicara dengan bahasa Arab. Dan tidak jauh berbeda, seorang yang berdomisili di Jawa Barat dan kurang begitu paham dengan bahasa Jawa, tiba-tiba dengan lembut berbicara bahasa Jawa Krama Inggil dengan begitu fasihnya. Demikianlah salah satu fenomena yang pernah kita jumpai di masyarakat kita. Mengapa hal itu bisa terjadi? Dan ada apa dibalik semua itu?

Makna tanpa baiat adalah jahiliyah

Assalamu ‘Alaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh.

Ust, ada saya baca hadits pada kalimat terakhir: barang siapa yang meninggal dunia tanpa pernah berbai’at, ia meninggal secara jahiliyah. (HR. Muslim). Apa makna hadits ini?

(Efendi – 085245014xxx)

Jawab:

Wa ‘Alaikum salam wa Rahmatullah wa Barakatuh.

Bismillah wal hamdulillah wash shalatu was salamu ‘ala rasulillah wa ‘ala aalihi wa ashhabihi wa man waalah, wa ba’d:

Pak Efendi yang dirahmati Allah …

Jumat, 30 Januari 2015

Az Zahra yang disematkan pada Fathimah Radhiyallahu 'anha Tidak Berdalil






Lalu sebenarnya bagaimanakah menyikapi lafadz Az Zahra ini ? 

maka kita katakan yang paling utama adalah menyebutnya dengan Fathimah binti Muhammad - dikarenakan seperti itulah yang disebutkan dalam sebuah isyarat dari Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam dengan lafadz : " Fathimah adalah bagianku...." ( HR Al Imam Al Bukhari dan Al Imam Muslim )


(Copast dari status seorang teman di grup fb)


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Sebelum menjelaskan hakikat perkara ini, haruslah diketahui apa makna Az Zahra'

Minggu, 21 Desember 2014

Prestasi yang Melenakan


Mungkin di antara kita pernah meraih prestasi, atau bahkan mengoleksi prestasi. Begitu banyak prestasi sehingga kita tidak lagi berjalan di atas bumi dengan perasaan hauna seperti tertulis di dalam Al-Furqon, "'ibadur rahmanulladzina yamsyuna 'alal ardhi hauna."

Terkadang, prestasi itu yang membuat kita semakin jauh dari Allah, bukan malah mendekatkan pada Allah. Alih-alih meluruskan niat untuk Allah ta'ala, tetapi malah meluruskan niat untuk mencari ketenaran, mencari pujian, pekiwuh, kekuasaan, harta atau malah wanita.

Lihatlah ke belakang
Lihatlah, bagaimana seorang 'Umar radhiyallahu 'anhu yang mengalahkan dua kerajaan adi daya, tetap menangis jika diingatkan tentang neraka. Bagaimana beliau tetap berkeliling Madinah di malam hari sekalipun beliau bisa menduduki singgasana seperti singgasana Kisra atau Kaisar Romawi.

Lihatlah bagaimana seorang Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu tetap rendah hati sekalipun kontribusi finansialnya sangat banyak di berbagai perang-perang di zaman Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam.

Kekaguman yang Salah
Terkadang kita juga mudah kagum kepada kekaguman yang salah. Kita terlalu mengagumi prestasi seorang yang melalui kontes kecantikan dimana banyak orang bisa menonton kecantikannya. Atau yang lebih umum, terkadang kita terlalu mudah menumpahkan kekaguman kita kepada suatu bentuk prestasi yang sebenarnya adalah hasil dari suatu proses maksiat.